Viral

Viral Warga Minum Oli Bergilir di Makassar, MUI Sulsel Tegaskan Hukumnya Haram

Sebuah video memperlihatkan sekelompok pemuda dan orang tua di Makassar minum oli secara bergilir viral di media sosial. Aksi yang disebut untuk meningkatkan stamina ini langsung mendapat kecaman keras dari MUI Sulawesi Selatan yang menyatakan hukumnya haram. Dinas Kesehatan setempat kini tengah memburu para pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut. Simak fakta lengkapnya di sini.


Makassar, tynk.co.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan konten ekstrem yang membahayakan nyawa. Kali ini datang dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sebuah video amatir berdurasi pendek yang memperlihatkan aksi nekat sekelompok warga—terdiri dari pemuda hingga orang tua—tengah minum oli secara bergilir menyebar luas dan memicu keprihatinan mendalam.

Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria paruh baya dengan santai meneguk cairan kental berwarna hitam kecokelatan langsung dari botol kemasan oli bekas. Botol itu kemudian berpindah tangan ke orang lain di sekitarnya. Mereka bergantian meminum cairan yang sejatinya diperuntukkan bagi mesin kendaraan bermotor itu tanpa menunjukkan rasa jijik atau takut.

Aksi ini sontak mengundang reaksi keras dari berbagai pihak. Bukan hanya karena terlihat menjijikkan, tetapi karena tindakan tersebut secara medis sangat fatal dan mengancam jiwa. Ironisnya, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi minum oli ini dilakukan dengan dalih yang sulit diterima akal sehat: untuk meningkatkan stamina dan kekuatan fisik.

MUI Sulsel: Hukumnya Haram, Bunuh Diri Perlahan

Menanggapi video viral tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan angkat bicara. Sekretaris MUI Sulsel, Prof. Muammar Bakry, dengan tegas menyatakan bahwa tindakan meminum oli tersebut hukumnya haram dalam pandangan Islam.

“Hukumnya jelas haram. Dalam ajaran Islam, kita dilarang menjatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan. Ini sama saja dengan meracuni diri sendiri secara perlahan,” tegas Prof. Muammar Bakry saat dihubungi tynk.co.id, Rabu (08/04/2026).

Prof. Muammar menjelaskan bahwa kaidah fikih menyebutkan segala sesuatu yang membahayakan tubuh dan akal adalah dilarang. Oli mengandung zat aditif, logam berat, dan senyawa kimia beracun seperti timbal, benzena, dan hidrokarbon polisiklik aromatik yang jika masuk ke saluran pencernaan manusia dapat menyebabkan kerusakan organ permanen, mulai dari gagal ginjal akut, kerusakan hati, hingga kanker.

“Ini bukan sekadar perilaku menyimpang, tapi ini adalah bentuk kebodohan kolektif yang harus segera dihentikan. Pemerintah harus turun tangan memberikan edukasi dan tindakan tegas,” imbuhnya.

Dinkes Makassar Bergerak Cepat, Buru Identitas Pelaku

Tak ingin kecolongan dan menunggu jatuhnya korban jiwa, Dinas Kesehatan Kota Makassar langsung mengambil langkah cepat. Kepala Dinas Kesehatan setempat menyatakan pihaknya telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk melacak keberadaan para pelaku yang ada dalam video tersebut.

“Kami sudah menginstruksikan tim ke lapangan, berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan kecamatan setempat untuk mencari tahu siapa orang-orang dalam video itu. Kami khawatir ini bukan yang pertama kali, mungkin sudah menjadi kebiasaan di kelompok tertentu,” ujar juru bicara Dinkes Makassar.

Tim medis disiagakan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium terhadap para pelaku jika berhasil ditemukan. Mengingat tingginya kadar racun dalam oli, para pelaku berisiko mengalami keracunan sistemik yang gejalanya mungkin tidak langsung terlihat saat ini, tetapi bisa muncul dalam beberapa hari atau minggu ke depan.

“Mereka harus segera diperiksa fungsi ginjal dan livernya. Jangan sampai mereka merasa biasa-biasa saja sekarang, tapi beberapa bulan kemudian tiba-tiba drop dan meninggal,” tambahnya.

Fenomena “Strong Man” yang Salah Kaprah

Berdasarkan penelusuran di dunia maya, kepercayaan keliru tentang khasiat minum oli untuk stamina bukanlah hal baru di beberapa komunitas akar rumput. Ada mitos yang berkembang bahwa oli, karena sifatnya yang licin dan “kuat” melindungi mesin, diyakini dapat melapisi organ dalam manusia sehingga tubuh menjadi lebih tahan banting.

Keyakinan ini diperparah dengan minimnya literasi kesehatan di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Beberapa orang mengaku meminum sedikit oli sebelum melakukan pekerjaan berat seperti mengangkat barang atau berkelahi. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya: tubuh akan bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan racun tersebut, menguras energi, dan dalam jangka panjang justru meruntuhkan stamina secara permanen.

Psikolog sosial dari Universitas Hasanuddin, yang dimintai pendapatnya, menyebut fenomena ini sebagai bentuk “placebo ekstrem” yang dipicu oleh sugesti lingkungan. “Mereka merasa kuat bukan karena olinya, tapi karena yakin dirinya kuat. Tapi harga yang harus dibayar adalah kerusakan organ yang tidak bisa diperbaiki,” jelasnya.

Ancaman Pidana dan Pembinaan

Pihak kepolisian dari Polrestabes Makassar menyatakan akan turut memantau perkembangan kasus ini. Meski tidak ada pasal spesifik yang melarang orang meminum racun atas kemauan sendiri, polisi dapat melakukan tindakan preventif dan pembinaan, terlebih jika video tersebut terbukti mengandung unsur membahayakan orang lain atau mempengaruhi anak di bawah umur untuk menirunya.

“Kami akan panggil yang bersangkutan jika sudah ditemukan. Minimal untuk diberikan pembinaan dan peringatan keras. Jika ada unsur eksploitasi anak dalam video, bisa kami proses lebih lanjut,” ujar seorang perwira Polrestabes Makassar.

Publik diimbau untuk tidak meniru aksi bodoh tersebut dan segera melapor ke puskesmas terdekat jika mengetahui ada orang di lingkungannya yang melakukan praktik serupa. Nyawa manusia terlalu berharga untuk dikorbankan hanya demi konten viral atau kepercayaan sesat yang tidak berdasar.