**
Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dalam menghadapi ancaman kekeringan ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino. Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta jajarannya untuk segera menyiapkan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak buruk musim kemarau tahun ini.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan akan meningkatkan skala operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). Langkah ini dinilai krusial untuk mengintervensi pola cuaca, terutama di wilayah-wilayah yang rentan mengalami kekeringan panjang.
Kepala BMKG menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi erat dengan TNI Angkatan Udara serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengoptimalkan penyemaian awan. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan hujan buatan di daerah-daerah yang membutuhkan pasokan air, baik untuk irigasi pertanian maupun kebutuhan domestik.
“Kami siap memperkuat dukungan penuh. El Nino tahun ini diperkirakan membawa musim kemarau yang lebih kering dari biasanya. Oleh karena itu, TMC menjadi salah satu ujung tombak mitigasi kami,” ujar perwakilan BMKG dalam keterangan resminya.
Selain TMC, BMKG juga menggencarkan sistem peringatan dini cuaca dan iklim. Masyarakat, khususnya para petani, diimbau untuk memantau informasi resmi dari BMKG guna menyesuaikan jadwal tanam dan pola tanam agar terhindar dari gagal panen.
Langkah antisipasi ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan air bersih selama periode kritis. Pemerintah pun mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, untuk bersinergi dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin dinamis.
📰 umum
**
📌 Sumber:
Liputan6
Artikel ini ditulis ulang oleh AI berdasarkan berita asli.
Artikel ini ditulis ulang oleh AI berdasarkan berita asli.
0 orang menyukai ini
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!