5 Fakta Menarik Jakarta yang Jarang Diketahui, dari Ganti Nama 13 Kali hingga Surganya Mall
Jakarta bukan sekadar ibu kota yang macet dan sibuk. Di balik gedung-gedung pencakar langitnya, tersimpan sejarah panjang dan fakta-fakta unik yang mungkin belum pernah kamu dengar. Mulai dari berganti nama belasan kali, menjadi rumah bagi ratusan mall, hingga status administratifnya yang istimewa. Simak lima fakta menarik tentang Jakarta berikut ini.
Jakarta, tynk.co.id – Jakarta. Kota yang tidak pernah tidur. Setiap harinya, lebih dari 10 juta jiwa beraktivitas di metropolitan terbesar se-Asia Tenggara ini. Kemacetan, banjir, dan polusi mungkin menjadi hal pertama yang terlintas di benak ketika mendengar nama Jakarta. Namun, tahukah kamu bahwa di balik hingar-bingar dan kerasnya ibu kota, tersimpan segudang fakta unik yang jarang tersorot?
Kota yang kini menjadi pusat pemerintahan dan bisnis Indonesia ini memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang dan dinamis. Dari sebuah bandar pelabuhan kecil di muara Sungai Ciliwung, Jakarta menjelma menjadi kota megapolitan berkelas dunia. Yuk, simak 5 fakta menarik tentang Jakarta yang mungkin akan membuatmu memandang kota ini dari perspektif yang berbeda.
- Berganti Nama Lebih dari 10 Kali Sepanjang Sejarah
Ini mungkin salah satu fakta paling mencengangkan tentang Jakarta. Sebelum resmi menyandang nama “Jakarta” seperti sekarang, kota ini telah berganti nama sebanyak 10 hingga 13 kali sepanjang sejarahnya! Perjalanan nama ini mencerminkan dinamika politik dan pergantian kekuasaan yang pernah singgah di tanah Betawi.
Awalnya, kota ini dikenal sebagai Sunda Kelapa, sebuah pelabuhan utama Kerajaan Sunda Pajajaran. Ketika Fatahillah dari Kesultanan Demak berhasil merebutnya dari Portugis pada 1527, nama itu diubah menjadi Jayakarta yang berarti “Kota Kemenangan”. Lalu datanglah VOC Belanda yang di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen membumihanguskan Jayakarta dan mendirikan Batavia di atas reruntuhannya. Di masa pendudukan Jepang, nama Batavia dianggap terlalu Belanda dan diubah menjadi Djakarta Tokubetsu Shi. Hingga akhirnya setelah kemerdekaan, nama Jakarta resmi digunakan dan bertahan hingga kini.
- Masuk Peringkat 7 Dunia Kota dengan Pencakar Langit Terbanyak
Jika kamu berdiri di kawasan Sudirman atau Kuningan, pandangan mata akan dimanjakan oleh deretan gedung-gedung menjulang yang seolah saling berlomba menyentuh awan. Rupanya, pemandangan itu bukan sekadar gengsi semata. Berdasarkan data dari Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) pada tahun 2017, Jakarta menempati peringkat ke-7 dunia sebagai kota dengan jumlah gedung pencakar langit terbanyak!
Dengan lebih dari ratusan gedung tinggi di atas 150 meter, Jakarta bersaing ketat dengan kota-kota metropolitan raksasa lain seperti Hong Kong, New York, dan Dubai. Fakta ini menegaskan posisi Jakarta bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi dan properti kelas atas di kawasan regional.
- Surganya Pusat Perbelanjaan, Jumlah Mall Terbanyak se-Indonesia
Bagi para shopaholic, Jakarta adalah surga dunia yang sesungguhnya. Tidak berlebihan rasanya jika Jakarta dijuluki sebagai “Kota Seribu Mall” . Data dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat bahwa terdapat lebih dari 170 pusat perbelanjaan yang tersebar di seluruh penjuru Jakarta. Jumlah ini menjadikan Jakarta sebagai kota dengan mall terbanyak di Indonesia, bahkan salah satu yang terbanyak di dunia!
Dari mall mewah kelas atas seperti Plaza Indonesia dan Pacific Place, hingga pusat grosir yang selalu ramai seperti Tanah Abang dan ITC, semuanya ada di Jakarta. Menariknya, mall di Jakarta bukan hanya tempat berbelanja, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan tempat bersosialisasi warga urban untuk sekadar nongkrong atau mencari hiburan.
- Pusat Pelestarian Budaya Betawi yang Otentik
Di tengah gempuran modernisasi dan budaya global, Jakarta tetap menjadi benteng terakhir sekaligus pusat pelestarian budaya asli Betawi. Suku Betawi adalah penduduk asli Jakarta yang terbentuk dari percampuran berbagai etnis seperti Sunda, Jawa, Melayu, Arab, Tionghoa, dan Eropa sejak zaman Batavia.
Ikon budaya Betawi yang paling dikenal tentu saja Ondel-ondel, boneka raksasa setinggi 2,5 meter yang dipercaya memiliki kekuatan magis untuk menolak bala. Selain itu, ada seni teater rakyat Lenong yang penuh humor satire, serta kuliner khas yang menggoyang lidah seperti Kerak Telor, Soto Betawi, Gado-gado, dan Nasi Uduk. Menariknya, kuliner-kuliner ini tidak hanya bisa ditemui di acara-acara adat, tetapi sudah menjadi menu sarapan sehari-hari warga Jakarta dari berbagai kalangan.
- Jakarta Bukan Sekadar Kota, Melainkan Provinsi Berstatus Khusus
Banyak orang di luar Jakarta mengira bahwa Jakarta hanyalah sebuah kota besar biasa. Faktanya, secara administratif Jakarta bukanlah sebuah kota, melainkan sebuah provinsi yang memiliki status khusus sebagai Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) . Status ini setara dengan provinsi-provinsi lain seperti Jawa Barat atau Jawa Timur.
DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah kota administrasi (Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur) serta 1 kabupaten administrasi yaitu Kepulauan Seribu. Uniknya, berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia, Jakarta tidak memiliki walikota yang dipilih langsung oleh rakyat. Sebaliknya, seluruh bupati dan walikota di wilayah DKI Jakarta diangkat langsung oleh Gubernur DKI Jakarta atas persetujuan Presiden.
Itulah lima fakta menarik tentang Jakarta yang mungkin luput dari perhatianmu sehari-hari. Di balik kemacetannya yang melegenda, Jakarta tetaplah kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan prestasi. Jadi, lain kali kamu menginjakkan kaki di ibu kota, ingatlah bahwa kamu sedang berdiri di atas tanah yang telah berganti nama 13 kali dan menjadi rumah bagi ribuan cerita menarik lainnya. Selamat menjelajahi Jakarta!