Viral

Viral Pak Tarno Jualan Mainan dari Kursi Roda, Perjuangan Pesulap Legendaris Bikin Netizen Terharu

Video pesulap legendaris Sutarno atau yang akrab disapa Pak Tarno berjualan mainan anak-anak dari atas kursi roda viral di media sosial. Kondisi terkini mantan bintang televisi yang dulu menghibur jutaan pemirsa dengan jargon “Prok Prok Prok” ini mengundang simpati dan rasa haru warganet. Simak kabar terbaru tentang perjuangan Pak Tarno di usia senjanya.


Jakarta, tynk.co.id – Nama Sutarno, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Tarno, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Pria dengan kumis tipis dan kacamata khasnya ini pernah menjadi ikon hiburan televisi Tanah Air berkat aksi sulap sederhana namun penuh humor. Siapa yang tidak ingat dengan jargon legendarisnya: “Prok… Prok… Prok… Jadi apa? Prok… Prok… Prok… Jadi burung merpati!”

Namun, kabar terbaru yang datang dari mantan pesulap papan atas ini justru membuat publik menitikkan air mata. Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @psnews pada Senin (6/4/2026) memperlihatkan kondisi Pak Tarno yang jauh dari gemerlap panggung hiburan. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat duduk di atas kursi roda di pinggir jalan, dikelilingi oleh berbagai macam mainan anak-anak yang dijajakannya untuk mencari nafkah.

Potret Perjuangan di Usia Senja

Video berdurasi pendek itu seketika menyebar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, Pak Tarno tampak mengenakan pakaian sederhana. Di belakang kursi rodanya, tersandar sebuah alat bantu berjalan (walker) yang menandakan bahwa kondisi kesehatannya memang sedang tidak prima.

Meski tubuhnya terbatas oleh kursi roda, semangat Pak Tarno tidak luntur. Ia masih mencoba berinteraksi dengan warga sekitar yang kebetulan melintas dan mengenalinya. Mainan-mainan seperti balon karakter, pistol-pistolan air, hingga mobil-mobilan plastik tertata rapi di sekelilingnya. Pemandangan ini sontak kontras dengan ingatan kolektif publik tentang sosok Pak Tarno yang dulu selalu berdiri gagal di panggung dengan meja sulap dan properti panggung yang lengkap.

Kehadiran Pak Tarno di lokasi itu langsung menarik perhatian warga. Banyak di antara mereka yang menghampiri, bukan sekadar untuk membeli dagangan, tetapi juga untuk sekadar menyapa, bersalaman, atau meminta foto bersama legenda hidup tersebut. Beberapa warga tampak memberikan uang secara sukarela sebagai bentuk simpati dan penghargaan atas hiburan yang pernah ia berikan semasa jayanya.

Banjir Doa dan Simpati dari Netizen

Unggahan video tersebut langsung dibanjiri komentar dari netizen yang merasa iba sekaligus kagum. Banyak yang menyayangkan mengapa seorang entertainer sekaliber Pak Tarno harus berjuang sendiri di jalanan di masa tuanya.

“Sedih banget lihatnya. Beliau ini dulu menghibur kita semua. Sekarang malah jualan begini. Semoga selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berkah, Pak Tarno,” tulis seorang netizen di kolom komentar.

“Di balik tawa yang beliau kasih ke kita dulu, ternyata hidupnya penuh perjuangan. Sehat selalu idolaku,” timpal netizen lainnya.

Tidak sedikit pula yang menandai akun-akun pejabat publik, artis, hingga Dinas Sosial agar memberikan perhatian lebih kepada pesulap legendaris ini. Publik berharap ada bantuan atau setidaknya perhatian dari pemerintah atau komunitas seniman untuk meringankan beban hidup Pak Tarno di masa tuanya.

Kilas Balik Kejayaan Pak Tarno

Bagi generasi 90-an dan 2000-an, Pak Tarno adalah ikon yang tidak tergantikan. Gaya sulapnya yang konyol, ekspresi wajahnya yang polos, serta trik-trik sederhana yang sering kali “gagal” justru menjadi daya tarik tersendiri. Ia membuktikan bahwa komedi tidak harus selalu rumit. Dengan properti seadanya seperti sapu tangan, gelas plastik, dan bola pingpong, Pak Tarno mampu mencuri perhatian di berbagai program televisi nasional.

Sayangnya, seiring bergulirnya waktu dan perubahan tren hiburan, nama Pak Tarno perlahan meredup. Regenerasi pesulap dengan konsep yang lebih modern membuat panggung untuk pesulap lawas seperti dirinya semakin sempit. Ditambah dengan kondisi kesehatan yang menurun, Pak Tarno harus rela meninggalkan dunia panggung yang telah membesarkan namanya.

Pelajaran Hidup dari Sebuah Kursi Roda

Apa yang dialami Pak Tarno adalah potret pahit manisnya industri hiburan Indonesia. Di balik senyum dan tawa yang ia suguhkan, tersimpan kisah pilu tentang bagaimana seorang seniman berjuang bertahan hidup di hari tua. Namun, di tengah keterbatasannya, Pak Tarno memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Alih-alih meminta-minta, ia tetap memutar otak dan tenaga untuk berjualan.

Kursi roda dan alat bantu jalan itu bukanlah simbol kelemahan, melainkan simbol ketangguhan seorang lelaki tua yang menolak untuk kalah oleh kerasnya hidup. Video viral ini setidaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa para penghibur yang pernah mewarnai masa kecil kita layak mendapatkan apresiasi dan perhatian yang layak. Prok… Prok… Prok… Jadi pelajaran hidup.