News

Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 19.400, Ojol: Kayaknya Mau Nambah Jam Narik Sampai 23.00 WIB

Jakarta – Pengemudi ojek online mulai menyiasati kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi yang kembali terjadi. Salah satunya Rizki (25) yang sehari-hari menggunakan Pertamax Turbo untuk motornya.

Rizki memakai motor matic salah satu pabrikan Jepang seri baru dengan kapasitas mesin 155cc. Ia menggunakan BBM nonsubsidi karena pertimbangan keamanan mesin. Ia merasa Pertamax Turbo lebih aman dan enteng untuk tarikan mesin motor.

“Tadi saya baca berita. Waduh saya ngelus dada juga. BBM naik. Saya pakai Pertamax Turbo,” tutur Rizki saat ditemui di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026).

PT Pertamina menetapkan kenaikan harga Pertamax Turbo sebesar Rp 6.300, dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter. Dengan kenaikan tersebut, Rizki memperkirakan kebutuhan bensinnya bisa mencapai Rp 90.000 hingga mendekati Rp 100.000 per hari. Sebelumnya, ia menghabiskan sekitar Rp 80.000 per hari untuk BBM.

Meski begitu, ia tetap memilih Pertamax Turbo karena dianggap lebih aman untuk mesin motor. Ia berharap tarif ojol ikut naik menyesuaikan kenaikan BBM.

“Saya juga sampingan ojek online kan, jadi biar lancar mesinnya. Kalau naik begini, semoga tarif ojol naik juga,” ujar Rizki.

Biasanya, Rizki menarik penumpang mulai pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB. Namun, setelah kenaikan harga BBM, ia berencana memperpanjang jam kerja.

“Karena saya bekerja dan narik ojol makanya habis bensin banyak. Mungkin nanti narik ojol akan lebih ngoyo setelah BBM naik,” katanya.

“Kayaknya mau nambah waktu narik sampai jam 23.00 WIB nih,” tambahnya.

Selain Pertamax Turbo, Pertamina juga menaikkan harga Dexlite menjadi Rp 23.600 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp 23.900 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter di seluruh wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *